Widget HTML #1

Pasar Papringan, Nostalgia Masa Kecil dan Menikmati Makanan Tradisional

Pasar Papringan Temanggung


Pasar Papringan,  pasar pagi yang ada setiap minggu Wage dan Pon sesuai kalender Jawa. Pasar terletak di Desa Ngadiprono, Ngadimulyo, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung.  Papringan istilah lainnya kebun bambu yang rimbun dan teduh. Berkat kreatifitas warga  disulap jadi pasar pagi dengan konsep jualan makanan tradisonal.



Tepat Minggu pagi 27 April 2025 saya bersama istri  menyempatkan datang ke Pasar Papringan Temanggung. Suasana rimbun rindang   masih alami. Hutan bambunya lebat khas dengan suasana pedesaan. Semilir angin sertai gesekan suara bambu menambah  khas suasana di Pasar Papringan.


Sekitar pukul 08.30 saya sampai menuju gapura masuk . Dari jalan utama ke pasar berjarak 1,5 km. Kendaraan pengunjung sudah memadati area parkir . Khusus mobil parkir di Lapangan dan  jalan desa, Sedangkan untuk sepeda motor parkirnya di gang kecil.  



Tukar uang dengan pring


Selanjut saya berjalann menuju pasar jaraknya kurang lebih 25 meter. Para panitia sibuk mengatur lalu lintas dan mengarahkan pengunjung.  Sampai di pintu masuk tertera nama pasar dan area tukar koin bambu.


Saya menukur uang Rp 50.000 mendapat  25 pring. 1 pring dihargai Rp 2000,-. Petugas jaga  remaja putri dengan dibantu remaja putra. 


Suasana dalam pasar sangat asri dan adem. Jalan atasnya  ditata batu rapi serta rajin .  Ada  peringatan rambu-rambu  dilarang merokok tapi tak perlu khawatir disediakan tempat untuk merekok. Bagi ibu yang membawa bocil bawah lima tahun di sediakan ruang ruanga menyusui.

Jagung Bakar



Untuk menu makanan macam-macam antara lain : sate jamur, macam kopi, gorengan jajaan pasar seperti cetot cetil, jamu. nasi rames, gudeg. nasi megono. Sedangkan untuk minuman ada dawet cendol, cincau, kopi asli Temanggung, wedang pring, dan lain sebagainnya. 


Untuk urusan buang air kecil maupun besar sudah disediakan kamar mandi milik warga desa. Kalau sudah menggunakan jangan lupa nyempluke 1 pring di kotak yang telah disediakan. 


Bagiku masuk area pasar Papringan itu seperti kembali ke masa lampau. Masa kecil ada kebun bambu yang disebut papringan. Tempatnya singup atau petang dan kata orang-orang angker. Papringanku dulu merupakan  tempat bermain apa saja. Pernah juga untuk area sirkuit sepeda, sepak bola, petak umpet. Sekarang papringan sudah berubah jadi rumah dan TPQ. 



Spot foto paling menarik

Posting Komentar untuk "Pasar Papringan, Nostalgia Masa Kecil dan Menikmati Makanan Tradisional "