Widget HTML #1

Euforia Takbir Keliling : Dari mukul bedug hingga Jedug

Style Takbir keliling tahun 2016


"Hallo neng ndi kwe."

"klekaran neng kamar."

"Walah bodo-bodo  malah turu."


Terdengar obrolan  disamping orang  yang sedang menanyakan posisi temannya pada malam hari raya idul fitri. Ternyata jawaban sederhana  " Klekaran alias rebahan "


Malam idul fitri identik dengan membaca takbir di masjid maupun musola. Supaya acara tambah semarak disi  dengan takbir keliling. Pemuda, masyarakat dan guru ngaji bergotong royong menyiapkan sarana prasaran untuk takbir keliling. Para banser dan sejenisnya menjalankan peran mengkondiskan rute dan keamanan peserta.


Gagar mayang  hiasan lainnya di pajang tiap mobil bak terbuka. Satu paket sound sistem yang aduhai terpasang di mobil dan siap di gunakan. War takbir keliling siap digaungkan. Sayang tidak ada bedug sebagai simbolisasi perayaan takbiran.


Urutan pertama mobil  sound sistem , disambung dengan mobil selanjutnya   di tumpangi santri-santri TPQ.  Bagian  belakang ialah sepeda motor dengan peserta yang random. Ada juga remaja dengan sepeda motor ala blayernya. Orang tua dan anak yang sekedar ingin ikut  gebyarnya acara .


Pembukaan di mulai dengan   suara jedug takbiran. Suara blayer-blayer sepeda motor menambah dentuman  kebisingan. Asap dari knalpot keluar  itu  membuat polusi tak terlihat. Tapi atas nama malam bodo semuanya  itu otomatis dimaklumi yang hanya setahun sekali. 


Kembali lagi pada malam bodo hanya rebahan, kok ya tidak ikut takbir keliling, ya minimal melihat keadaan di luar. 


Ya tidak semua orang menyukai keramaian  mendekati kebisingan. Takbir keliling ini hanya produk budaya manusia di balut rasa kemenangan sesudah puasa.   Ini hanya sebatas expresi manusia  dengan dalil merayakan kemenangan dikarena sudah tidak diwajibkan lagi puasa. Pada intinya kita semua kembali kepada stelan awal, yaitu biasa ngopi dan udud lagi setiap hari.

 

Ada rasa kelegaan   euforia  ini dilampiaskan dengan mengumandakan takbiran  sambil selebrasi keliling di luar lingkungan . Atau ini salah satu  trik  syiar  Islam supaya biar dianggap  masih eksis komunal.


Orang yang tidak ikut dan hanya berdiam diri di rumah ini orang aman terhadap kejadian atau musibah yang tidak di sangka. Kita tidak akan tahu ketika takbir keliling tiba - tiba misalnya terjadi malapetaka yang  merepotkan semua orang. Orang inilah yang menjadi titik aman dari kegiatan yang berlebihan. Takbir dalam hati adalah kunci untuk tetap jadi diri sendiri 


Syiar takbir keliling mengalami perkembangan  sebagai berikut : 


1.  Gerobak bedug.

Gerobak di dorong kemudian dipukul beduk sambil membaca takbiran. Peserta di belakangnya mengikuti lafal takbiran. Jadi suara peserta semuanya terdengar seperti paduan suara dengan orkesnya beduk dan rebana. Rute jalan keliling kampung dan terakhir pesta petasan kertas alias mercon.


2. Mobil bedug

Mobil beduk mirip dengan gerobak beduk, bedanya sudah di lengkapi dengan sound sederhana.  Rute takbir keliling  sudah melalui antar desa dalam satu kecamatan. Tetapi tidak di perbolehkan melewati jalan raya. Pesertanya biasa campuran dari perwakilan dari TPQ, warga dan remaja. Tiap mobil  di bekali alat pukul  bertujuan menambah indahnya alunan ritmis suara beduk dan   takbiran.  




3. Mobil Sound System.

Ini era sesudah covid 19 , takbir keliling yang lebih modern minimalis dan mak glegar. Dengan modal ini lebih efektif anti ribet cuma berat di ongkos saja. Suara beduk dan keriuhan peserta yang bertakbir akan kalah dengan suara sound dikumandangkan 1 atau 2 orang. Jadi  suara soundnya yang keras  tapi mulut cuma komat kamit saja. 

Takbir keliling tahun 2024


Dari beberapa model takbir keliling ini mungkin kedepan akan ada lagi tren-tren dengan modifikasi yang lebih segar. Takbir keliling dengan mobil sound system ini akan lebih mudah menambah  sumber daya manusianya yang handal. 


Panitia bisa menyewa pengiring musik takbiran dengan vokal syariah yang hanya boleh takbiran saja. Durasi sewa kurang lebih 2 jam. Dalam memilih  vokalis ini tidak usah terlalu pusing .  Stok di wilayah Jawa Tengah melimpah dari kelas atas hingga lewal kampung.  Untuk kelas provinsi bisa menyewa nasidaria Semarang plus seperangkatnya . Untuk lokal kabupaten bisa menyewa El Sida . Bahkan level  kelurahan masih ada  Aspaaaariyaaaaah.  Pije tambah gayeng to.  


 









 




Posting Komentar untuk "Euforia Takbir Keliling : Dari mukul bedug hingga Jedug "