Widget HTML #1

Ramadhan Yang Gini-Gini Aja

 

Di Musola Al Hidayah

Ramadhan Kok Gini-Gini Aja


Bulan Ramadhan   sangat spesial bagi muslim di seluruh dunia. Puasa  adalah rukun islam  serta ibadah wajib. Kalau  tidak dilaksanakan    dosa, dijalankan pahala luar biasa. 


Ramadhan kali ini , rutinitas  sama seperti tahun-tahun kemarin.  Dari sahur hingga buka puasa , tarawih terus  tadarus Al Quran. Di pertengah bulan ada peringatan Nuzulul Quran  dan zakat.  Bagi orang awam siklus ini kalau dijalankan dengan  penuh ikhlas  dampaknya luar biasa. Tapi ada para ustadz influencer yang mengatakan Ramadhan jangan hanya gini- gini aja tingkatkan ibadahmu. 

Timbul pertanyaaan :

" Bagaimana meningkatkan ibadah bulan Ramadhan ?"

" Kalau sudah meningkat kita terus mau apa ?

lalu muncul pertanyaaa " Lebih baik istiqomah atau meningkatkan ibadah "


Para ustadz influencer  mungkin mengajak  kita semua untuk memanfaatkan bulan Ramadhan secara maksimal.  Kalau   hanya sebatas rutinitas ibadah kurang greget,  bisa dikategorikan  masih rugi.  Padahal kewajiban kita pada ramadhan ini adalah puasa, solat dan zakat yang lainnya adalah sunah. Yang rugi itu orang tidak menjalankan ibadah-ibadah tersebut.  Padahal secara lahir batin mereka mampu menjalankannya . Bisa jadi kurang gairah ibadah itu adalah kemalasan- kemalasan kita saja yang masih menyepelekan perintah Allah.    


Menjalankan puasa dengan rutinitas dari sahur hingga buka, trawih,  tadarus itu merupakan kenikmatan luar biasa. Sahur dan buka merupakan  sarana untuk berkumpul dengan keluarga. Solat tarawih dilaksanakan di masjid - masjid.  Selanjutnya   tadarus Al Quran untuk  mengasah jiwa-jiwa labil kita supaya terjaga kesetabilan iman kepada yang Tuhan Yang Maha Esa .


Apalagi seperti saya tadarus Al Quran bisa tiap hari ya pas bulan Ramadan saja dan ketika  di bulan- bulan lainnya  ya sangat kadang-kadang.  Klaim pahala  yang melimpah ruah di bulan puasa itu adalah ranah Allah SWT.  Para Ulama dan Kyai itu menyampaikan klaim itu dalam bentuk pengajian-pengajian dengan tujuan mengingkatkan. 


Tadarus menjadikan  keasyikan yang candu. Sesudah tadarus dilanjut acara ngopi dan sambil menikmati makanan takjil.  Obrolan peristiwa sehari-hari kadang membahas polemik di negeri. Semuanya itu hanya untuk mengasah naluri supaya tidak mati. Seperti yang terjadi para kepada naluri para pemimpin negeri yang tidak berakal budi. 



 




Posting Komentar untuk "Ramadhan Yang Gini-Gini Aja"