Widget HTML #1

Jejak Ziarah Makam Joko Tingkir: Raja Kerajaan Pajang Abad 15 Masehi

Makam Joko Tingkir di Sragen

Joko Tingkir Raja Pertama Kerajaan Pajang

Lagu Joko Tingkir baik versi dangdut maupun arab tahun ini sangat viral sekali. Sempat versi dangdut dengan belakang ngombe dawet mengundang kontroversial menghina seorang wali Jawa terkenal jamannya. Oleh beberapa kalangan islam kemudia membuat versi arabnya salah satu lirik adalah : 


Lirik versi arab yang  kutip pada   grup sholawat Azzahir 
Joko Tingkir Wali Jowo
Muride Sunan Kalijogo
Wis masyhur ing nuswantoro
Dadi Wali yo dadi rojo
Dadi Wali yo dadi rojo


Dari lirik itu sudah menegaskankan bahwa Joko Tingkir adalah seorang wali jawa yang murid dari Sunan Kali Jogo. Joko Tingkir adalah raja Pajang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa.  Joko Tingkir memiliki nama kecil Mas Karebet. Ia adalah nama muda dari Sultan Hadiwijaya, seorang Sultan dari Kerajaan Pajang.


Joko Tingkir adalah putra dari Ki Kebo Kenanga (Ki Ageng Pengging II) dan cucu Adipati Andayaningrat (Ki Ageng Sepuh). "Adipati Andayaningrat masih keturunan Prabu Brawijaya V (Raja Majapahit)


Awal Joko Tingkir mengabdi pada  kesultanan Demak dan kemudian menikah dengan Ratu Mas Campa putri dari   Sultan Trenggono. Kemudia diberi gelar dengan nama Sultan Hadiwijaya. 


Kerajaan Demak mengalami pergolakan akibat perebutan kekuasaan sepeninggal Sultan Trenggono.  Sunan Prawoto penerus takhta Kerajaan Demak dibunuh oleh Arya Penangsang merupakan keponakan Sultan Trenggono. Kekacauan diakhir setelah Joko Tingkir berhasil menyingkirkan Arya Penangsang dan otomastis menjadi penerus Kerajaan Demak. Kemudian memindahkan ibu kota ke Pajang yang berada diperbatasan Kota Surakarta dan Kartasura.


Joko Tingkir memimpin Kerajaan  Pajang dari 1568-1583 M. Joko Tingkir aadalah seorang santri yang berguru pada Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus. Joko Tingkir dimakamkan  bersama orang tua dan istrinya di Makam Butuh, Desa Gedongan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen. 


Catatan Napak Tilas Makam Joko Tingkir

itu sekilas tentang catatan sejarah tentang Joko Tingkir dan tepat hari minggu  pada tanggal 22 Oktober 2023 saya berziarah ke  Joko Tingkir di makam Butuh Sragen. Kondisi dan suasana  lumayan ramai.  Di depan makam ada gazebo untuk beristirahat para peziarah. 


Pedagang di area makam sudah di tata dengan baik. Parkir cukup memadai jika untuk bis tidak cukup harus di luar area makam. 


Semakin siang para jamaah pun mulai berdatangan dan tambah ramai. Saya memasuki  makam para peziarah sedang mengantri agar bisa ziarah di dalam cungkup makam . Karena antreannya lama memutuskan berdoa samping belakang makam. Dan tiap rombongan mengisi daftar hadir dan uang kas.


Ada peninggalan Joko Tingkir di pajang  yaitu getek yang konon  gunakan untuk perjalanan ke  Demak melalui jalur sungai Bengawan Solo. Getek masih tersimpan rapi dan ada penjelasan lengkap. 


Video Ziarah Ke Makam Joko Tingkir





sumber referensi : 

1. https://regional.kompas.com/read/2022/02/05/200521378/jaka-tingkir-silsilah-masa-kepemimpinan-dan-sejarah-makam-butuh?page=all#page2
2. https://www.nu.or.id/nasional/sosok-joko-tingkir-sesungguhnya-menurut-lesbumi-pbnu-8PvGb

Posting Komentar untuk "Jejak Ziarah Makam Joko Tingkir: Raja Kerajaan Pajang Abad 15 Masehi "