Widget HTML #1

Wisata Ziarah Ke Makam Sunan Tembayat Klaten Jawa Tengah

Depan pintu masuk komplek makam Sunan Pandanaran 


KKG Gugus Ki Hajar Dewantara pada tanggal 25 September 2022 mengadakan acara wisata religi dengan tujuan Sunan Bayat dilanjut Pantai Depok. Acara ini di sejatinya  sudah direncanakan jauh-jauh hari tapi karena  terdampak COVID 19 baru bisa terreaslisasi sekarang.


Gugus Ki Hajar Dewantara adalah kumpulan 5 sekolah yaitu SDN Karangjati 01, SDN Karangjati 02, , SDN Karangjati 03, SDN Karangjati 04, SDN Diwak dan SDIT Cahaya Umat. Wilayah mencakup Kelurahan Karangjati dan Desa Diwak Kecamatan Bergas.


Wisata mengunakan armada berjumlah 2 Bus besar.  Titik berangkat pukul 06.00   di  Exs DPU Karangjati atau depan POM Bensin  Karangjati. 


Bus meninggalkan Karangjati sekitar pukul 07.00 menuju ke Sunan Bayat Klaten. Perjalanan di tempuh selama kurang lebih 2  jam melalui jalan via tol Semarang - Solo. 


Sesampai di area parkir Sunan Bayat ternyata sudah penuh. Bus  parkir di jalan kampung. 


Sebelum masuk komplek makam Sunan Pandanaran ternyata banyak banget pedagang kaki  lima, warung makan, toko- toko oleh-oleh  khas klaten dan aneka pernak-pernik  lainnya.  


Makam Sunan Pandanaran sendiri berada dipuncak Gunung Jabalkat.   Untuk menuju ke puncak gunung  bisa ngojek ataupun jalan kaki dengan menaiki anak tangga. 


Untuk  memasuki kawasan wisata ziarah ini kita dikenakan biaya Rp2.000 perorang. Secara administratif makam Sunan Pandanaran ini berada di desa Paseban Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten atau 12 km dari kota Klaten. 


Sunan Pandanaran ini atau juga biasa disebut dengan Sunan Bayat merupakan salah satu penyebar agama Islam di tanah Jawa yang sangat dihormati.  Beliau ini juga Bupati Semarang yang pertama. 



Perjalanan diawali dari pintu gerbang dengan menapaki anak tangga. Dalam perjalanan  kanan kirinya  berjejer  warung makanan, baju, dan lain sebagainya. Mirip komplek makam Mbah Dalhar Watu Congol dan Sunan muria. Memang makam wali biasanya identik di perbukitan. Sampai setengah puncak saya ketika memasuka area makam lanjutanya kita melepas alas kaki. Maka saya menitipkan sepatu di tempat yang telah disediakan. 


Komplek makam bercorak hindu dan islam. Bangunan makam berbentuk candi walapun nisan-nisan bentuk sama  pada umumnya. Saya sempat solat masjid di dalam  komplek makam. Nama masjid Gholo Bayat.  Bangunan masjid berbentuk  rumah jawa  jaman dulu dengan limasan dominasi kayu jati. Ketika  masuk ke dalam hawanya adem dan mengingatkan masjid  mirip di kampungku dulu. Atau mirip dengan masjid di Pondok Pesantren Giru Kusumo Demak.


Saya kira makam Sunan Bayat di area masjid ini ternyata masih harus jalan lagi melewati komplek pemakaman. Jalur makam sempit ketika berpapasan jamaah lain salah satu harus mengalah. Apalagi ketika  masuk ke makam Sunan Bayat  melewati semacam gerbang induk  kecil lalu menaiki anak tangga dengan 3 undakan. Di situ kita harus extra sabar dalam mengantri. 


Sampai di puncak Jabalkat ada  bangunan di dalam makam Sunan Bayat. Di luar juga terdapat makam-makam tokoh pada masanya. Kebetulan jamaah datang banyak di dalam makam penuh karena harus bergantian dengan jamaah lainnya. Maka saya dan rombongan membaca tahlil di luar makam. 

















Posting Komentar untuk "Wisata Ziarah Ke Makam Sunan Tembayat Klaten Jawa Tengah "