Melihat Kedahsyatan Festival Lima Gunung Ke 21 di Magelang 30 September - 2 Oktober 2022
![]() |
| Festival lima Gunung ke 21 di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak |
Komunitas Lima Gunung itu merupakan paguyuban warga di beberapa dusun yang tinggal di kelilingi 5 gunung di Magelang, yaitu Gunung Merbabu Gunung Merapi, Gunung Sumbing, Gunung Andong dan Gunung Menoreh.
Mereka kebanyakan bekerja sebagai petani, sambil berkesenian dengan kelompoknya masing - masing. Sutanto Mendud seniman dari Megelang yang menginisiasi komunitas ini. Kegiatan ini menolak sponsor dan dilakukan secara mandiri, karena kemandirian harga mati.
Tahun ini Komunitas Lima Gunung dengan nama Festival Lima Gunung memasuki tahun ke 21. Saya mendapat info ini dari media sosialnya. Karena saking penasarnya berniat untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Lima Gunung ke 21.
Festival Lima Gunung ke 21 dilaksanakan secara terbuka dan boleh dihadiri oleh masyarakat. 2 tahun pandemi Festival Lima Gunung dilaksanakan secara tertutup.
Tema Festival Lima Gunung ke 21 mengangkat tema " Wahyu Remanggang ". Festival Lima Gunung dilaksanakan di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Tepatnya mulai hari Jumat 30 September hingga Minggu, 2 Oktober 2022. Tempat dekat dengan bascamp Gunung Andong.
Agenda acara dari tari - tarian, musik kirab budaya, pameran seni rupa, pidato kebudayaan dan instalasi seni lingkungan desa yang mengandalkan bahan alam.
Saya menyaksikkan Festival Lima Gunung di hari Minggu siang . Sampai di tempat pertunjukan seni masih berlangsung. Dilihat rundown yang ada di poster ada kurang lebih 15 penggiat seni tampil pada hari ini. Di sisi lainya ada pameran seni rupa yang terletak di salah satu rumah warga dijadikan tempat pameran.
Ketika sampai dan berjalan menuju panggung pertunjukan suasananya sejuk dengan cuaca mendung . Tempat pertunjukan di jalan utama lebar membuat nyaman dalam menonton . Di sepanjang jalan terdapat pedagang kaki lima beraneka macam.
Kebetulan ketika sampai di sana sedang tampil Mbak Luki Nurcahyani ( Ni Dance ) dari Purworejo dengan Tari Suksma berkolaborasi dengan Gavin K asal Jerman. Dilanjut Tarian Soreng Putri dari Bandongan.
![]() |
| Tari Suksma Ni Dance dari Purworejo |
Saya takjub dengan desain panggung terbuat dari bahan-bahan alam dominan terbuat dari bambu. Masyakarakat sangat antusias sekali karena terbukti sangat ramai. Bahkan ada beberapa bule terlihat menonton dengan lesehan. Ada juga beberapa orang dengan penampilan unik seperti rambut gondrong, pakaian nyentrik, sambil membawa kamera bisa jadi itu seniman yang potografer.
Hawa dingin dan rintik hujan kemudia saya membeli kopi sekaligus makan siang dengan soto di salah satu warung warga. Rumahnya dijadikan warung makan sekaligus tempat untuk transit bagi para penonton. Depan rumah di tata meja kursi dan di dalam di gelar tikar menjadikan lebih lama bersantai sambil menikmati makan soto dan ngopi.
Tak lama kemudian saya melanjutkan menonton pertunjukan Tari Kontemporer berjudul "Table " dari Ling Sayuti Indramayu. Wah tari ini memang sangat keren. Improvisasi antara manusia dengan meja sangat tak terduga. Kadang di atas meja manusia bisa tertawa, ketika di bawa meja bisa sangat sedih. Tiba dengan mengangkat meja sambil teriak kecewa.
Rintik hujan kadang tiba, kadang juga berhenti akan tetapi para penonton penikmat seni masih sangat menikmati . Khusus dan riuh tepuk tangan sebagai apresiasi pelaku seni. Ini contoh aksi nyata sekali bahwa manusia-manusia bisa mengekpresikan daya cipta dan karya dengan modal energi sosial untuk mempersatukan warga lima gunung ini. Masyarakat sekitarnya pun kecipratan energi sebagai bahan bakar untuk mengerakan kegiatan serupa di wilayahnya masing-masing.
Foto-foto festival Lima Gunung saya jepret dari kamera saya.
![]() |
| Tari Soreng |
![]() |
| Tari Soreng |
![]() |
| Tari Soreng |
![]() |
![]() |
| Tari Kontemporer Ling Sayuti dari Indramayu |
![]() |
| Tari Kontemporer Ling Sayuti dari Indramayu |














Posting Komentar untuk "Melihat Kedahsyatan Festival Lima Gunung Ke 21 di Magelang 30 September - 2 Oktober 2022"
Posting Komentar