Widget HTML #1

Erik Ten Hag dan Harapan Menumbuhkan Identitas Permainan Manchester United

 

Sumber : Twitter Manchester United 


Liga Inggris musim 2021 / 2022 telah berakhir dan juaranya adalah Manchester City di susul peringkat kedua Liverpol dengan selisih satu point. Persaingan kedua klub dari awal hingga akhir musim ini sangat ketat sekali. Seperti pertempuran dua ideologi sepak bola Pep dengan tiki taka dan ala Jurgen Klop dengan heavy metalnya. Dan dimanakah sepak bola Manchester United berada.


MU dalam mengarungi musim ini diawal-awal tampak menyakinkan dengan pembelian Ronaldo memberikan harapan besar mampu bersaing 4 besar liga Inggris. Namun sering berjalannya waktu  Ole Gunnar Solskjær di berhentikan dan diganti dengan Ralf Rangnick maestro gingerpresing. Ralf Rangnick tunjuk  sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Pada laga perdana dibawa Rangnick ,  MU melawan Crystal Palace menang skor 1 dicetak olah Fred. Kala itu formasi biasanya  4-3-2-1 langsung diubah menjadi 4-2-2-2.  Fred dinobatkan sebagai raja pressing.


Pada laga-laga selanjutnya inkonsistensi permainan menghampiri MU dan terlalu sering laga berakhir imbang. Bahkan pada laga kandang melawan tim medioker tidak bisa memaksimalkan point penuh. Terhenti di piala FA , Kalah dari Atletico Madrid pada babak 16 besar liga Champions menambah daftar paceklik gelar.  Puncak adalah ketika penampilan sang kapten Harry Maguire beberapa kali blunder dan paling fatal melawan liverpool, Manchester City dan Liecester City. 


Sumber : Twitter Manchester United 


Selama di membesut MU Rangnick masih bongkar pasang pemain dan belum menemukan formasi paten. Sepertinya Rangnick masih kesulitan dalam menemukan formasi yang cocok. Pemain sudah cocok selalu  tampil di bawah Rangnick adalah Ronaldo,  Bruno Hernandes, Sancho dan Mc Tominay. Tinggal memberikan jam terbang bermain dan memantapkan strategi hingga terbentuk jati diri bermain sepenuh hati semangat sampai mati. 


Setelah era Sir Alex Ferguson  yang identik  serangan balik cepat dan telah menjadi identitas permainan waktu itu. Sesudah diganti dengan beberapa pelatih seperti David Moyes, Louis van Gaal, atau Jose Mourinho. Pelatih-pelatih ini mempunyai ciri khas masing dalam menahkodai setan merah.  Yang kesemuanya tidak sampai menjabat lebih dari 2 tahun. Karena sering gonta ganti pelatih ini tidak bisa mendeskripsikan gambar indentitas Manchester United secara jelas. Perlu waktu, kesabaran dan resiko kegagalan sebagai bahan evaluasi kedepan. 


Sejarah panjang sudah tercipta perlu di pertegas dan membuat sejarah-sejarah baru yang salah satu cara dengan merah gelar juara. Akhirnya Manchester United menunjuk manajer baru yaitu Erik Ten Hag.  Sebagai seorang fans garis istiqomah perlu menunggu konsep dan ide-ide manajer baru. Pastinya Optimis  menunggu progres  sambil ngopi tipis-tipis. 







 





Posting Komentar untuk "Erik Ten Hag dan Harapan Menumbuhkan Identitas Permainan Manchester United"