Widget HTML #1

Nuansa Dua Minggu Awal Ramadhan tahun ini

kegiatan bulan ramadhan


Ramadan tahun ini jatuh pada hari minggu 3 April 2022.  Sedangkan untuk Muhamadiyah lebih dahulu puasa Ramadan pada hari Sabtunya. Perbedaan ini niscaya terjadi karena menggunakan pendekatan yang berbeda. 


Ramadan kali ini suasana lebih longgar daripada 2 tahun yang  masih dilanda Covid 19. Aturan PPKM  masih jalan dan di kampung termasuk level 01. Ya lumayan lah masjid dan tempat ibadah bisa full tanpa pembatasan. Tadarus bisa bergema lagi tanpa takut diopyak-opyak satgas Covid.


Geliat persiapan Ramadan  ya   terasa biasa-biasa saja semoga saja ghiroh luar biasa. Dan benar sekali ketika pertama kali solat tarawih di musola sebelah rumah jamaahnya sampai membludak di teras rumah warga. Tetapi di hari ketiga teras rumah  jadi  parkir  sebagaimana fungsinya. Itulah hebat awal Ramadan.


Di kampung sendiri kultur Ramadan masih tetap terjaga dari dahulu. Ada juga perubahan kecil yang itu hanyalah masalah teknis yang tidak bisa di hindarkan. Hal masih berjalan sampai sekarang ialah Jaburan, tadarus bakda isya, peringatan Nuzulul  Quran, Khoul Mbah Bisri,  anjang sana dan takbir keliling. Adapun modifikasi kegiatan baru yaitu tadarus sore dan jaburan yang ada penanggung jawabnya. 


Masjid Baitut Taqwa  imam tarawih kolaborasi yang muda dan tua. Jadi 2 minggu awal muda sedang 2 minggu jelang akhir yang tua . Dari segi  kecepatan relatif terjangkau bagi segala usia. Tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat. 


Solat tarawih tetap 23 rakaat termasuk witir. Catatan pentingnya  kecepatan bacaan tarawih berdampak  berhubungan lama solat tarawih. Karena sangat penting mempengaruhi  kekhusyukan jemaah dan paling krusial  jumlah jemaah. 


Kadang obrolan lama tarawih menjadi alasan untuk memilih solat tarawih paling cepat sampai niteni kalau imamnya ini berarti cepat kalau ini sedengan dan  kalau yang imam ini agak lama. Itu menjadi bahan obrolan yang akhirnya para jemaah  memberi stampel  kepada imam dengan kategori cepat dan lama. 


Sedangkan di dua musola  imam tarawih dari satu perguruan pesantren otomatis kegiatan aman dan terkendali alias mandali. Untuk ketagori  lama dan tidaknya tarawih di musola termasuk yang cepat  dan sangat cocok  untuk arek-arek  penganut  tarawih  madzap cepetiah.


Di  pojok kampung ada jualan nasi kucing  biasa tiap ramadan itu tutup. Untuk tahun ini mencoba peruntungan untuk tetap buka  dimulai hari ke ke 4 Ramadan. Hasil penjualanya ternyata masih bisa diandalkan walaupun  hasilnya tidak seperti hari biasa. Menu tidak terlalu  laku malah nasi kucing itu sendiri. Untuk menu-menu lainnya seperti gorengan, kepala ayam, cakar, bakso tusuk, minuman  masih laris manis. Trend berubah memasuki  pertengahan bulan  ramadan semua menu sudah kembali terjual seperti biasanya.  Kekhawatiran tidak laku tidak terjadi malah pelanggan tetap istiqamah jajan dengan waktu  yang menyesuaikan.


Tadarus Al Quran rutin dilaksanakan tiap bulan Ramadhan. Di masjid dan musola masih banyak  menjalakan tadarus Al Quran.  Kalu tidak tadarus itu ada rasa hilang keseimbangan dalam bulan Ramadhan. 

Saya tetap menyempatkan untuk tadarus bersama rekan-rekan. Padahal selain Ramadan jarang nderes Al Quran tetapi ketika  bulan puasa di dua minggu awal harus dan wajib ndarus .  Alhamdullah selama 2 awal sampai pertengahan ramadan istikamah tadarus per hari 2 juz bersama teman dan tetangga. Yang mengasikkan sesudah tadarus kita ngobrol  bersama sambil menikmati jaburan.  






 




Posting Komentar untuk "Nuansa Dua Minggu Awal Ramadhan tahun ini"