Widget HTML #1

Tak Terbiasa Untuk Ibu



Tepat pada tanggal 25 Desember merupakan hari besar untuk umat kristiani yaitu ibadah natal. Begitu juga bagiku tiap tanggal 25 Desember merupakan hari besar untuk ibu yang berulang tahun besamaan dengan  dengan natalan.  


Aku sendiri tak terbiasa mengucapkan selamat ulang tahun pada Ibuku. Dan membahas soal Ibu saya ikut dawuh KH Ahmad Mustofa Bisri dalam puisi berjudul " Ibu ". Saya ambil penggalannya 


Ibu
Kaulah gua teduh 
tempatku bertapa bersamamu


Sosok ibu pasti menjadikan tempat peneduh bagi anak-anaknya. Sulit menceritakan dan mendefinisikan ungkapan rasa kepada ibu. Kalaupun bisa pastinya hanya subjektifitas pada umumnya. Ibukku orang baik, penyayang, pemomong dan lain sebagainnya. Padahal itu kewajiban seorang ibu berdampak pada anak-anaknnya. 


Dan aku bersaksi bahwa Ibu telah menjalankan amanatMu seperti lanjutan puisi dari KH Ahmad Mustofa Bisri.


(Tuhan,
aku bersaksi
ibuku telah melaksanakan amantMu
menyampaikan kasih sayangMu
maka kasihilah ibuku
seperti Kau mengasihi
kekasih-kekasihMu
Amin).


Untuk hal yang remeh temeh ini saya mencoba membuat puisi tentang ketidak biasakku dalam mengucapkan ulang tahun kepada Ibuku.


Tak Terbiasa Untuk Ibu


Hal  tak terbiasa.
Dan akan dibiasakan.
Mengucapkan.
Selamat ulang tahun ibu.


Hal tak terbiasa.
Dan harus  dibiasakan.
Mengucapkan.
Selamat berkurang umurmu.

Hal tak terbiasa.
Dan  selalu  dibiasakan.
Terima kasih.
Telah merawatku.

Hal tak terbiasa.
Dan  wajib dibiasakan.
Alfatehah.
Doa di hari kelahiranmu.
Ketidakbiasaan ini.
tak akan  mengurangi.
cintaku padamu.
Ibu.


 








Posting Komentar untuk "Tak Terbiasa Untuk Ibu"