Widget HTML #1

Review Novel Laskar Mawar Barbara Victor Kisah Gadis Bom Bunuh Diri Palestina

Novel Laskar Mawar
( Dok Pribadi Agis Yayana )



NOVEL LASKAR MAWAR  KARYA BARBARA VICTOR DALAM CATATANKU

Di media cetak dan elektonik kita sering mendengar aksi bom bunuh diri khususnya berita-berita di wilayah timur tengah. Gejolak konflik politis agama yang terjadi di Palestina Israel, Mesir Suriah sampai saat ini belum sepenuhnya mereda. 


Bunuh diri merupakan salah satu jalur perjuangan, kenapa harus ada bom bunuh diri. Itulah dalam Novel laskar mawar ini di ceritakan alasan-alasan melakukan bom bunuh diri. Padahal dalam agama Islam bunuh diri itu dosa yang tidak terampuni tapi bagi mereka di beberapa wilayah timur tengah malah di ciptakan skenario agar banyak yang mau melakukan hal tersebut. 


Dengan doktrin agama seorang menjadi syahid atau syahidah maka surgalah yang menanti kehidupan selanjutnya. Yang mencengangkan perempuan pun berani melakukan  bom bunuh diri yang biasanya  di lakukan oleh laki-laki. Adapun alasan memilih perempuan karena dalam pemeriksaan kurang ketat dibandingkan laki-laki. 


Pimpinan ormas  berdalil perempuan melakukan bom bunuh diri  menjadi syuhada  menjadi cantik daripada 72 gadis jika ia belum menikahan. 


Alasan umum  pelaku bom bunuh diri adalah efek komposisi  doktrin agama yang menjanjikan surga bagi pelaku bom bunuh diri, kemlaratan ekonomi sosial membuat orang putus harapan, semangat nasionalisme yang menyebar kemasyarakat dan kerasnya  pendudukan Israel.


Inilah beberapa wanita pelaku Bom bunuh diri
Waffa Idris Zina


Gadis enerjik, berkarakter kuat yang berasal dari kelas menengah atas. Ketika beranjak dewasa Zina memberontak ia lebih memilih menanggalkan  pakaian  muslim dan memilih menggunakan tren barat menjadi jurnalistik magang di jaringan  AMERIKA sebagai asisten. Bertemulah seorang laki yang terjalin hubungan serius berakibat kehamilan. Keluarga Zina mengetahui hal itu menjadikan aib keluarga .  Dengan saran pendapat imam setempat  itu Zina harus menjalankan misi Bom bunuh diri guna  menebus  dosanya.


Misi pertama Zina meletakkan bom di salah satu supermarket Israel. hasilnya tidak ada korban yang meninggal dan itu dianggap gagal. Pimpinan Hamas memberi kesempatan untuk melakukan misi dengan target 20 orang meninggal dan akan mendapat pos jabatan strategis di organisasi.  


Berkat kemampuan bahasa Inggris bertugas sebagai pemandu calon syahid bernama Izzedine Masri dalam menentukan tempat peledakan . Di sebuah kafe jalan Jaffa bom diledakkan menyebabkan 15 orang tewas ratusan terluka. Zina akhir tertangkap tuduhan terlibat misi bom bunuh diri ini dihukum 25 tahun.


Bagi Zina alasan utama selain berjuang melawan Israel adalah sulitnya perempuan mengembangkan bakat kemampuannya. Walapun berpendidikan tinggi tapi akses perkerjaaan dan hal yang menunjang kemampuanya tidak ada. Hal ini disebabkan pendudukan penindasan yang masif oleh Israel.  Munculah semangat nasionalisme palestina dengan membantu perjuangan perempuan lebih bisa dihargai dan di sejajarkan dengan laki-laki.


Dalam Novel Laskar Mawar secuil  catatan  proses perekutan misi bom bunuh diri secara sistematis dirancang oleh ormas-ormas di Palestina seperti Hamas dan Fatta.  Konsep pembelajaran dari taman kanak hingga sekolah dasar anak-anak diajarkan Al Quran dengan konsep da’awa yaitu mengulang apa yang dibicarakan imam atau guru secara langsung tanpa melakukan interupsi sanggahan dan pertanyaaan. 


Doktrin ini antara lain adalah pemasangan foto-foto pelaku bom bunuh diri dipajang di jalan protokol, rumah-rumah penduduk, tempat ibadah satu memancang hasrat pagi calon pembom bunuh diri. 


Yang menjadikan trend bahwa   anak pemberani adalah anak mempunyai cita-cita menjadi syuhada  dan itulah yang membedakan anak pengecut.


Anak-anak palestina yang masih kanak-kanak  dalam pendidikan agama di sekolah di jejali doktrin agama yang ektrim.  Rata-rata pelaku bom bunuh diri masih muda. Diantara umur 15 – 30 tahun. 
Motivasi laki dalam bom bunuh diri adalah pada keyakinan agama sedangkan perempuaan semangat kebangsaan karena secara halus tersirat dalam perempuan sebagai warga kelas 2 dalam masyarkat palestina.


Proses kristalisasi : sebuah proses dimana calon bunuh diri di uji pada situasi yang menngancam jiwanya,  reaksi wajahnya, tingkah laku , ekpresi wajah yang bertujuaan agar mereka tidak  menghianati misinya atau ketakutan dalam menjalankan misinya. ( 185.)


    
Yang lulus ke tahap berikutnya yaitu penggemblengan mengakifkan bahan peledak, menghadapi situasi keramaiaan dan polisi palestina.  Bersikap biasa pada keluarga dan siap dipanggil menjalan misi. Menonton film dokumenter penjajahan israel agar timbul semangat  nasionalisme. Membuat surat wasiat berupa alasan-alasan melakukan bom bunuh diri dalam bentuk surat dan video.


Kultur Palestina . 

Wanita pertama Palestina  melakukan bom bunuh diri Wafa Idris menjadi relawan  di Bulan Sabit Merah sebulah lembaga kemanusiaan. Setiap hari menjadi  relawan  merawat para korban perang di antara kedua negara. Doktrin agama bahwa dengan menjadi mati syahid seseorang akan mendapatkan surga abadi dan berkedudukan sama dengan laki-laki, hal itulah yang memantapkan Wafa Idris menjalankan bom bunuh diri. 


Setelah di telusuri lebih jauh alasan utama  Wafa Idris melakukan bom bunuh diri adalah rasa frustasi setelah diceraikan suaminya karena alasan keguguran dan tidak bisa mempunyai anak. Posisi seperti itulah wanita merasa dihargai. Merasa kehidupan di dunia sudah tidak berarti lagi mencari kehidupan yang lainnya yaitu surga.  Menjadi syahidahlah jalan satu-satunya mengapai hal tersebut.


     Para ibu yang anak melakukan bom bunuh diri ini dipaksa untuk bersikap bahagia kepada kalayak ramai padahal dalam kesaksianya mereka begitu sakit dan menderita dan merasa di khianati para pemimpin organisasi tidak bisa melawan ketidakpatuhan terhadap pemimpin akan dikenai sangsi hukuman (hal 225).


      Agama dan kultur dijalankan secara berdampingan tanpa di pisahkan. Aturan-aturan agama yang ektrim membuat kaum perempuan sulit berkembang dimana ketika mereka melanjutkan pendidikan tetap saja mereka akan kembali ke asal kodrat perempuan yaitu di rumah . 


      Kultur Palestina dengan  semangat nasionalisme  tinggi , ketika ada  anak teraniaya , pelecehan oleh tentara Israel dewasa kelak cita terbesar adalah menjadi pejuang syuhada untuk melawan Israel.


      Bersyukurlah kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indoneisa yang sampai saat ini kondisi keamanan masih stabil dan kondisi tapi dari sisi moral wallahualam.