NOVEL KIAMAT PARA DUKUN KISAH PEMBANTAIAN PARA DUKUN DI BANYUWANGI
Novel ini menceritakan kisah pembantaian para dukun di daerah Rojogampi Banyuwangi bersetting sekitar era reformasi 98. Cerita pembantaian berawal dari muncul banyak dukun di Rojogampi Banyuwangi yang sebagian besar adalah dukun lepus / palsu. Dukun ini sudah menjadikan masyarakat tidak mengenal tuhan. Kebalikaknya menuhankan dukun. Semua kegiatan kehidupan langsung berhubungan dengan dukun antara lain dagang, jodoh, penentuan hari baik, jimat keselamatan, mencuri biar tidak ketahuan, menyembuhkan penyakit. Pelet dan paling berbahaya dukun santet.
Makin hari dukun bermunculan ini disebabkan oleh faktor
ekonomi karena semakin banyak masyarakat yang membutuhkan. Tapi disisi lain
kebanyakan hanya dukun palsu yang menipu pasiennya. Karena hampir sebagian masyarakat di daerah banyuwangi
kondisi masyarakat menengah ke bawah yang berlatar pendidikan rendah. Bermata
pencaharian sebagian besar petani, nelayan. Dari sinilah pengetahuan masyarakat
kurang terhadap dukun mudahnya ditipu oleh dukun palsu. Masyarkat sudah
tidak percaya lagi kepada dokter dalam penyembuhan medis.
Profesi dukun kerap merugikan orang lain khususnya dukun
santen membuat beberapa orang korban tidak suka dengan hal tersebut. Ada
sekelompok korban dukun santet berniat balas dendam membunuhnya. Puncaknya satu
persatu dukun yang dianggap berbahaya di bunuh beramai-ramai. Ketika polisi
menangkap pelaku provokator, yang lainnya pun ikut menyerahkan diri sampai 50
orang. . Ada semacam solidaritas senasib sepenanggungan erat membuat polisi pun
bingung dan membuat penuh penjara. Ini menyebabkan puluhan dukun terbunuh
![]() |
| Foto http://katalogbukunasional.blogspot.co.id |
Profil dari Langit Kresna Hariadi dikutip dari wikipedia Langit Kresna Hariadi (lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 24 Februari 1959; umur 59 tahun) adalah seorang penulis roman Indonesia. Mantan penyiar radio ini dikenal masyarakat luas dengan cerita roman Gadjah Mada yang menceritakan kisah dari Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit. Langit Kresna Hariadi adalah pemilik Satya Lencana Kebaktian Sosial, anugerah Presiden Megawati karena jasa-jasanya yang luar biasa di bidang kemanusiaan melalui donor darah lebih dari 150 kali.

